Minggu, 03 Maret 2013

Tujuan Hidup



Persoalan-persoalan sebegini telah membawa ramai daripada mereka yang lahir sebagai bukan Islam akhirnya kembali kepada Islam, malah mereka yang Islam secara baka juga sedar akan hakikat keislaman mereka dan kembali kepada ajaran dan pemahaman Islam yang sebenar mengikut acuan al-Quran dan Sunnah.
Ini ternyata perkara paling asas, namun tidak ramai yang suka memikirkannya apatah lagi menulisnya bagi dikongsikan dengan orang ramai.
Malah di akhir bicara selepas beliau mengambil tiga ayat daripada al-Quran (Surah az-Zariyat, ayat 56. Surah al-Baqarah, ayat 30. Surah ali-Imran, ayat 110) sebagai penguat hujah 'Apa Tujuan Hidup Kita?'.
Beliau menyudahkan dengan mengajak kepada sahabat-sahabatnya yang selain daripada ustaz dan ustazah juga terjun ke dalam dakwah. Ia melambangkan kesedaran kendiri yang bermutu bagi seorang mahasiswa dan pemudi yang citra sedar Islamnya tinggi.
Malah membatasi tujuan hidup di dunia sahaja. Sewajarnya semua remaja Islam sudah mula berfikir seperti beliau. Malah bagi menjadi seorang aktivis dakwah malah jika berorganisasi pula adalah suatu pilihan yang jarang mnejadi kegemaran di kalangan pemuda pada hari ini meskipun dakwah adalah satu-satunya tugasan yang Allah amanahkan kepada para Rasul yang boleh kita warisi.

Refleksi 'Apa Tujuan Hidup Kita?' Soalan itu sudah terjawab dengan merujuk kepada tiga ayat yang diberikan kemudian. Namun apakah itu sebenar tujuan kita hidup? Sekiranya benar itu tujuan kita hidup, maka kata-kata yang diambil dari al-Quran itu seharusnya daripada kita kepada Allah dan bukan daripada Allah kepada kita.
Bukankah ayat tersebut seakan menunjukkan tujuan Allah menjadikan manusia? Iaitu untuk beribadah kepada-Nya, menjadi khalifah dan melakukan dakwah di jalan Allah.
Ia lebih kepada penetapan tujuan manusia dijadikan di atas muka bumi ini oleh penciptanya dan kita sebagai manusia andai tiada al-Quran dan Sunnah pasti tidak tahu apakah tujuan sebenarnya kita dihidupkan di atas muka bumi ini dan apa agenda sebenarnya serta apa kesudahannya selepas daripada kematian?
Ada beza yang besar antara 'tujuan' tersebut; Apabila Allah menyatakan tujuan kita diciptakan, ia adalah sebuah perintah dan wajib dilaksanakan tanpa sebarang bantahan. Apabila soalannya adalah 'Apa tujuan hidup kita?', maka ia boleh menelurkan jawapan yang pelbagai menurut kemahuan seseorang itu.
Ada yang tujuan hidupnya mahu jadi tersohor dan mendapat perhatian semacam artis dan para bintang sukan peringkat nasional dan internasional. Ada yang mahu jadi artis, ada yang mahu jadi sasterawan, ahli muzik dan pelbagai lagi bagi memenuhi tujuan hidup mereka.

Cita-cita



Saat masih kecil, kita diajarkan untuk memiliki impian pekerjaan saat dewasa nanti. Beragam jenis cita-cita pun terlontar, mulai dari ingin menjadi pemadam kebakaran, masinis, pelaut hingga ingin memiliki toko kue.

Kami bertanya kepada fans Yahoo! Indonesia di Facebook mengenai cita-cita mereka. Berikut ini lima jawaban paling populer yang kami dapat:

1. Dokter

Meskipun menggapainya tak semudah mengimpikannya, dokter ternyata masih menjadi cita-cita yang paling populer di anak-anak. Entah mungkin karena pengaruh mudahnya mengikuti tren cita-cita keren teman-teman lainnya saat masih kecil. Namun, setelah dewasa tidak sedikit orang yang harus meninggalkan impian mereka sebagai dokter dan memilih karier yang lebih cocok dengan karakter diri sendiri.

2. Pilot

Seberapa sering kamu diajak oleh ayah dan ibu melihat pesawat di bandara? Kebiasaan untuk melihat pesawat lepas landas dan terbang di angkasa ternyata bisa menjadi salah satu acuan keinginan seseorang untuk berkarier sebagai seorang pilot ketika dewasa. Tapi apakah setelah dewasa kamu akan menjadi pilot? Siapa yang tahu…

3. Pengusaha

Dari awal, anak yang bercita-cita sebagai pengusaha sudah ditunjukkan dengan bakat senang berbisnis. Pertandanya dapat diidentifikasikan dengan mulai dari coba-coba jualan pensil, buku hingga hobi menjual makanan kecil di waktu istirahat di sekolah.

4. Guru

Dengan intensitas pertemuan dengan guru setiap hari, tidak heran jika kamu mengidolakan salah seorang sosok guru di sekolah. Dengan bercita-cita mulia sebagai guru. biasanya saat masih kecil kamu banyak menghabiskan waktumu untuk belajar dan senang membantu teman-teman kamu dalam memahami dan mengerjakan tugas rumah yang kurang dimengerti.

5. Astronot

Menjadi seorang astronot ternyata tak semudah yang dibayangkan, cita-cita yang satu ini merupakan yang paling susah untuk direalisasikan terutama di Indonesia. Banyak yang mesti meninggalkan impiannya ketika dewasa dan menetapkan pilihan karir yang lebih realistis. Meskipun tidak ada yang tidak mungkin, tetaplah “gantungkan cita-citamu setinggi langit.”

prestasi



Prestasi:
Saya ingin berprestasi saat 5 tahun kedepan agar saya dapat prestasi dalam bidang pendidikan supaya saya mendapatkan perkerjaan yang layak dan mendapatkan gaji yang cukup saya harus berusaha keras mulai dari sekarang belajar dengan giat dan rajin,jangan lupa dengan tugas yang di berikan apak dan ibu guru di sekolah,mematuhi tata tertib di sekolah atau pun di luar sekolah.
           
Saya sekarang duduk di bangku smp kelas 3 saya berharap akan mendapatkan nilai yang tinggi dan memuaskan hati karna telah berjuan untuk mendapatkan nilai yang cukup dan lebih dari kkm sebenarnya.
           
Pada saat nanti saya naik ke bangku sma kelas 1 saya harus mencari sekolah yang sesuai dengan kepribadian saya tetapi mungkin akan agak sulit karna saya sekarang masih suka main game online,jalan-jalan dengan teman-teman,dan lain- lain.
           
Saya ingin mendapatkan beasiswa agar tidak memberatkan biaya orang tua saya yang terus berkerja untuk membiayai keperluan saya,keperluan saya pun tidak murah karna semua yang saya beli  harganya ya lumayan mahal karna itu demi tugas-tugas saya yang di berikan oleh bapak ibu guru di sekolah contohnya saya harus beli printer agar saya tidak perlu ke warnet untuk print tugas-tugas dari bapak dan ibu guru.

            Pada saat naik sma 3 saya haru belajar segiat mungkin dan serajin mungkin karna pada saat kelas 3 sma adalah masa-masa sulit untuk naik kelas kita butuh perjuangan untuk lulus sma pada kelas 3 sma banyak tugas yang harus kita kerjakan bermacam-macam tugas yang di berikan dan pasti tantangannya lebih sulit dari pada masa-masa di smp atau pun sma kelas 1,2 tapi kelas 3 akan penuh tantangan pastinya akan lebih sulit tingkat tugasnya tetapi saya akan berjuang keras untuk mendapatkan kelulusan seperti yang saya inginkan dan saya ingin melanjutkan sekolah hingga tingkat sarjana 3 agar saya bisa membahagia kan orang tua saya.
MUNGKIN INI YANG SAYA INGIN KAN DENGAN MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA SAYA DAN BERPRESSTASI DI BIDANG PENDIDIKAN AGAR SAYA MENDAPATKAN PERKERJAAN DAN SEMUA KEBUTUHAN SAYA TERCUKUPI.